A.
Menurunnya populasi
berbagai biota air
Penurunan populasi biota
air membawa kerugian yang sangat besar. Kerugian secara langsung adalah
berkurangnya sumber mata pencaharian bagi sebagian besar orang sedangkan
kerugian secara tidak langsung adalah keseimbangan ekosistem menjadi terganggu.
Beberapa polutan berbahaya bagi biota air adalah nutrien tumbuhan, limbah yang
membutuhkan oksigen, minyak, sedimen dan panas.
1.
Nutrien tumbuhan
Nutrien tumbuhan seperti
fosfat dan nitrogen yang jumlahnya berlebihan di perairan dapat menjadi
polutan. Perairan yang mengandung polutan tersebut mengalami eutrofikasi.
Eutrofikasi menyebabkan ganggang (algae) berkembang biak dengan sangat subur
sehingga populasinya berkembang pesat. Peristiwa perkembangan ganggang secara cepat/pesat
disebut algae blooming.
Akibat dari algae
blooming adalah :
Ø Mengganggu penetrasi
cahaya matahari kedalam perairan karena permukaan tertupi ganggang.
Ø Ganggang yang beracun
dapat meracuni biota air.
Ø Ganggang yang mati,
sel-selnya turun ke dasar perairan mengalami pembusukan meningkatkan populasi
bakteri pengurai yang membutuhkan oksigen. Peningkatan jumlah populasi bakteri
pengurai meningkatkan kebutuhan oksigen / BOD (Biological Oxygen Demand) di
perairan. Peningkatan BOD menurunkan kadar oksigen terlarut / DO (Disolved
Oxygen). Penurunan DO mempengaruhi jumlah populasi biota air terutama bagi
biota air yang tidak toleran terhadap kondisi DO yang rendah.
2.
Limbah yang membutuhkan
oksigen
Pencemaran oleh limbah
yang membutuhkan oksigen (aerob) menyebabkan peningkatan BOD akibat dari
tingginya populasi bakteri aerob yang membusukkan limbah. Peningkatan BOD
menurunkan DO di perairan, sehingga menurunkan jumlah populasi biota air yang
tidak toleran terhadap kondisi DO yang rendah.
3.
Minyak
Pencemaran minyak di
perairan dapat terjadi di laut dan pantai. Pencemaran minyak dapat
menyebabkan kematian biota air seperti terumbu karang karena minyak bersifat
sebagai racun. Minyak juga dapat menemper pada bulu-bulu burung dan rambut
mamalia air sehingga mengganggu fungsi fisiologis bulu atau rambut yaitu
kemampuan mengapung dan kemampuan menjaga suhu tubuh. Hewan dapat tenggelam dan
mati karena suhu tubuhnya menurun drastis.
4.
Sedimen / endapan
Pencemaran perairan oleh
sedimen dapat menyebabkan perairan menjadi keruh sehingga menghalangi penetrasi
cahaya matahari ke dalam perairan. Perairan yang kekurangan cahaya
menyebabkankemampuan fotosintesis ganggang dan tumbuhan air menurun sehingga
populasinya berkurang. Penurunan populasi ganggang dan tumbuhan air menyebabkan
penurunan populasi biota air lainnya.
Sedimen juga menyebabkan
gangguan aliran air atau bahkan tersumbat, membawa endapat bersifat toksin dan
menutupi terumbu karang serta biota air lainnya.
5.
Panas
Polusi termal/ panas
menyebabkan perubahan suhu perairan secara drastis. Perubahan suhu mendadak
mengakibatkan kemaatian biota air, juga dapar menurunkan DO di perairan.